Jumat, 30 Juni 2017

Juni 30, 2017

Inspirasi Modifikasi Toyota Vios 2013 – Elegan Namun Agresif


                  

Melakukan modifikasi pada kendaraan agar tampil lebih menarik tidak selalu hanya melalui pemasangan aksesoris saja. Pasalnya, ada nilai ekslusif lain yang harus dipenuhi oleh seorang pemilik kendaraan. Nah, inilah yang kemudian mendorong hobies seperti Galang Ramadhan untuk menuangkan konsep elegan pada modifikasi Toyota Vios 2013 miliknya.

Galang Ramadhan adalah salah seorang pemilik Toyota Vios lansiran 2013 dan memang sudah beberapa kali mengikuti berbagai ajang modifikasi dan juga meetup community. Mobil Toyota Vios miliknya ini memang sudah banyak mengalami perubahan. Bila dihitung, Galang telah mengganti warna Vios miliknya ini hingga empat kali. Bahkan, banyak penghargaan dari berbagai kategori yang telah ia dapatkan dengan mobil tunggangan nya yang beraliran modifikasi elegan.

Bagian eksterior menjadi bagian utama yang dilirik oleh orang, karena itulah Galang pun melebur low sedan Toyota ini dengan kelir chameleon. Ia menyebut, awalnya modifikasi Toyota Vios 2013 miliknya sudah berubah beberapa kali warna. Mulai dari Red Candy, Purple Candy, akhirnya jadi cat bunglon. Agar menguatkan elegansinya,

“Awalnya modifikasi Toyota Vios 2013 miliknya sudah berubah beberapa kali warna. Mulai dari Red Candy, Purple Candy,” ungkap Galang.

Warna ini dipilihnya karena membuat tampilan mobil menjadi lebih berbeda dibandingkan dengan Toyota Vios modifikasi lainnya. Karena tak mau tampil polos saja, akhirnya Galang melanjiutkan dengan mengubah lips spoiler dari Toyota Vios depang belakang dan side skirt yang diramu ulang. Ducktail custom disektor belakang juga mendapat sentuhan termasuk tambahan sunroof model ragtop full plat lansiran Webasto.

Setelah itu, bagian kaki-kaki mendapatkan perubahan yang signifikan karena menggunakan pelek Koenig Spesial (KS) 18 inci, lebar 10 inci di depan dan 12 inci di belakang. Fitment yang sangat agresif ini tentu tak akan masuk di ruang fender standar Vios. Untuk itulah aplikasi widebody pun mau tak mau dijabani termasuk permainan chamber roda. Supaya bisa menampilkan bodi yang makin ambles, Galang menyematkan 4 channel Air Suspenssion dari Universal Air.

Saat pintu dibuka, Toyota Vios milik Galang ini tampil lebih ciamik lagi karena terdapat istem Audio layaknya studio mewah menghiasi kabin. Full paket audio Alpine mulai dari head unit monitor Alpine IVE-W530EBT, power 4 channel Alpine 3539 dan Alpine 3541 termasuk power 2 channel Alpine V12 untuk mengakomodir suara speaker Alpine DD Drive 2-way di depan dengan mid range Foss.

Supaya semakin maksimal, audiro dilengkapi dengan  subwoofer Rockford Punch P1 15 inci, dan power monoblock LM Audio juga disematkannya. Menguatkan kesan entertainment dalam Si Bunglon, menempel 2 buah monitor TFT dan sebuah DJ Player Pioneer Serato pada bagasi belakang.


Karena juga ingin menampilkan kesan buas pada Toyota Vios 2013 miliknya. Maka Galang juga menambahkan Turbo td05 yang disandingkan dengan intercooler Apex’i, open filter HKS, blow off HKS SQ4, serta Dastek Unichip Q+ sebagai otaknya menggantikan sistem computerized standar Toyota.

Jumat, 23 Juni 2017

Juni 23, 2017

Pemilik Mobil Matic Wajib Tahu Gejalan-Gejala Ini




Sebagai mobil yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara, mobil matic menjadi pilihan bagi banyak orang. Namun, tak jarang pula mobil matic bikin kesal pemiliknya lantaran rewel saat digunakan.

Mobil matic diproduksi memang bertujuan untuk mempermudah para pengendara pemula. Mengendarai mobil bukanlah hal yang mudah dan langsung bisa dilakukan dalam waktu satu hari saja. Bahkan ada juga yang membutuhkan waktu berbulan bulan sebelum akhirnya siap dilepas sendiri ke jalan raya.

Meskipun begitu, bukan berarti mobil matic tak punya celah atau kekurangan. Karena murni menggunakan sistem elektronik, maka jangan heran jika jenis matic lebih rewel dan butuh maintenance yang lebih sering ketimbang mobil manual.

Padahal, jika dilakukan dengan benar, mobil transmisi otomatis juga bisa awet dan tetap terjaga performanya. Caranya adalah dengan melakukan perawatan berkala serta mengetahui gejala-gejala yang kerap menjadi penanda jika transmisi matic mobil bermasalah. Dengan cara ini, kita dapat meminimalisir kerusakan sebelum menjadi lebih parah. Akan sangat dianjurkan bagi anda untuk setidaknya mempelajari gejala-gejala kerusakan yang sering terjadi pada mobil matic untuk mempermudah pencegahannya.

Cara mencegah mobil matic suka rewel adalah dengan mengenali gejala-gejala yang timbul saat salah satu komponen mobil bermasalah. Dengan begitu, Anda bisa langsung menanganinya tanpa membuat masalah lebih menumpuk hingga membuat mobil rusak.

Gejala pertama yang biasanya langsung terasa adalah kerusakan gigi pada transmisi otomatis. Umumnya, transmisi matic pada mobil terbaru sudah terbilang sangat modern dan memiliki perpindahan gigi yang cukup halus. Saat Anda merasakan gerakan menyentak ketika memasukkan gigi di awal menandakan adanya masalah pada gigi mobil. Penyebabnya biasanya kerusakan elektronis dan mekanis. Hal ini bisa dideteksi menggunakan socket OBD pada engine scanner.

Masalah lain pada gigi mobil matic adalah sulit berpindah dari gigi tiga. Kendala ini dikenal dengan sitilah limp mode. Saat mobil mengalami limp mode, ikon check engine akan menyala. Segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala kedua adalah mobil yang bergetar. Bagi anda yang memiliki mobil matic, pasti pernah merasakan getaran-getaran tak biasa ketika berkendara. Hal ini terjadi karena beberapa sebab. Gejala ini menandakan adanya kendala mesin dan transmisi. Kampas kopling yang mulai aus bahkan hingga hangus membuat mobil terasa bergetar. Getaran ini terjadi lantaran permukaan kampas kopling tidak merata dan terkikir.

Gejala selanjutnya adalah mobil tidak bisa mundur. Gejala ini menunjukkan masalah serius dan parah. Penyebab mobil tidak bisa mundur adalah sistem mekanis pada transmisi sedang mengalami masalah, yakni tuas gigi mundur rusak.

Selain tak bisa mundur, tidak bisa pindah juga harus diwaspadai pemilik mobil matic. Mobil yang tak bisa pindah disebabkan oleh switch yang rusak dan membuat mobil berada di mode parking.

Gejala-gejala diatas adalah gejala yang tak boleh Anda sepelekan. Segera perbaiki mobil tepat ketika merasakan gejala tersebut agar masalah tidak semakin menumpuk dan membuat mobil rusak.


Jadi, jangan pernah malas untuk sering-sering mengecek dan manintenance mobil anda ya! Jika memang tengah sibuk, silakan panggil saja tukang servis mobil untuk datang ke rumah.



Jumat, 16 Juni 2017

Juni 16, 2017

Atasi Masalah Sliding Door Pada Kendaraan Anda





Desain mobil dengan berbagai model tentu ada pertimbangan dan fungsi agar berguna bagi pemiliknya. Seperti mobil dengan model pintu geser yang mulai banyak ditemukan di pasaran Indonesia. Mobil dengan model pintu geser ini ternyata memiliki beberapa kelebihan dibanding model biasa.

Mulai dari cara pengoprasiannya yang sederhana, hanya menarik handle pintu ini membuat mobil pintu geser lebih praktis. Jika mobil model biasa yang terkadang harus sering diulang karena kurang kencang saat penutup pintunya.

Apakah Anda salah satu pengguna kendaraan dengan sliding door seperti Toyota Alphard? Bila iya, maka Anda perlu memperhatikan proses saat membuka dan menutup pintu. Apakah terdapat bunyi ‘krek’ saat melakukan proses membuka atau menutup pintu.

Gejala motor Sliding door Alphard yang lemah :

1. Pergerakan pintu yang terlihat lambat
2. Pada posisi pintu terbuka setengah agak kedepan jika menggunakan tombol atau remote.
3. Motor Sliding door yang lemah juga menyebabkan pintu tidak bisa terlepas dari lock yang berada        di rel bawah, sehingga menyebabkan beberapa hal berikut ini:
    - Saat pintu tertutup mau dibuka balik secara manual dengan handle atau menggunakan tombol               atau remote, sliding door malah akan bergerak maju
    - Saat pintu terbuka dan mau ditutup pintu malah bergerak ke belakang karena tidak bisa terlepas           dari lock yang ada di bawah akibat motor lemah.
4. Terkait point ketiga diatas pintu hanya bisa dibuka menggunakan handle dengan cara menahan handle agak lama agar lock yang ada di rel bawah terlepas terlebih dahulu.

“Bunyi-bunyian tersebut jadi penanda mulai adanya masalah. Biasanya itu terjadi pada kendaraan yang umurnya sudah 5 tahun,” jelas Ranta salah satu spesialis perbaikan sliding door di Pasar Mobil Kemayoran, Jakpus.

Bukan hanya faktor umur saja yang bisa menyebabkan masalah ini, ada juga faktor lain yang bisa membuat sliding door Toyota Alphard Anda jadi bermasalah. Misalnya saja adalah akibat korsleting setelah kemasukan air saat menerjang banjir atau bahkan terendam, yang bikin modul terancam koit.
“Biasanya seperti itu terjadi pada Velfire,” kata pria ramah itu singkat. S

Kendaraan yang pakai sliding door, biasanya mulai ada masalah setelah pemakaian 5 tahun atau lebih. “Kalau sudah rusak, baru diperbaiki. Mereka enggak pernah berpikir soal perawatan,” terang Ranta.

Bunyi krek… krek saat sliding door bergerak, jadi pertanda mulai adanya masalah pada perangkat tersebut. Biasanya banderol servisnya Rp 1-1,5 juta. Karena paling sering dibuka-tutup, pintu geser sebelah kiri biasanya paling cepat rusak.

Cover motor rusak menular pada sling. Biasanya ini terjadi pada Alphard atau Serena dan untuk yang satu ini bisa diservis. Seperti ini tampang motor sliding door Freed. Perbaikannya bisa menelan biaya Rp 2 jutaan.

Modul sliding door Velfire adanya di bawah bodi dan rentan terhadap air dan genangan. Kalau sudah korsleting, kudu ganti perangkat dan banderolnya menurut Ranta di kisaran Rp 8 jutaan. Nah, kini perhatikan lebih seksama lagi mengenai sliding door kendaraan Anda ya.


Jumat, 09 Juni 2017

Juni 09, 2017

New Toyota 86 Kini Tampil Lebih Agresif Dan Tangguh




Toyota-Astra Motor (TAM) yang merupakan agen pemegang merek (APM) Toyota di Indonesia memang berkomitmen terus menghadirkan mobil Toyota yang mampu memberikan ekspektasi lebih bagi pelanggannya. Hal itu dibuktikan dengan merilis New Toyota 86, versi penyegaran (facelift) yang semakin agresif dan menawarkan performa tangguh mobil sport.

Meski menyandang karakteristik sebagai mobil sport, Toyota 86 lebih memfokuskan pada pengendalian yang mantap serta performa yang tepat. Mobil ini juga memegang perangkat keselamatan yang baik dan titik gravitasi rendah yang membuatnya stabil.

Kehadiran mobil Toyota terbaru ini akan menjadi modal TAM untuk memperkuat penjualan di segmen mobil sport. Sebagai informasi, Toyota 86 terbaru ini sebelumnya memulai debut di New York awal 2016 kemarin. New Toyota 86 ini  juga dikenal dengan sebutan Toyota Hachiroku.

Asal nama Hachiroku berasal dari angka 8 dan 6 yang berasa dari bahas jepang yaitu Hachi-Roku (8-6), 8-6 dalam pengucapannya digabungkan menjadi “delapan puluh enam” yang berasal dari mobil toyota AE86 yang begitu melegenda sebagai mobil drift sport dan hatchback dijual sebagai Toyota Sprinter Trueno dan Toyota Corolla Levin dari tahun 1983 sampai 1987. Toyota 86 dibuat sebagai penerus spirit mobil-mobil tersebut.

“Toyota 86 sengaja dihadirkan dengan penyempurnaan yang menonjolkan karakter mobil sport. Dengan semangat Let’s Go Beyond, kehadiran terbaru ini diharapkan mampu memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan dalam memiliki mobil sport Toyota yang menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda,” kata Vice TAM Henry Tanoto, Senin (24/10/2016).

Penyegaran yang dilakukan pada New Toyota 86 menyentuh pada peningkatan stabilitas kenyamanan berkendara, desain yang aerodinamis, dan kualitas interior berkualitas dan nyaman. Dapur pacu mesin pun ditanamkan 16 valve DOHC D-4S Boxer 4 silinder berkapasitas 1.998 cc.

Untuk kaki- kaki, sasis Toyota 86 dibenamkan electric power steering (EPS) dan vehicle stability control logic (VSCL) serta velg aluminium 17 inch. Struktur bodi kendaraan makin aerodinamis didukung perubahan desain pada bumper, spakbor dan grille depan, spoiler, bumper dan spakbor belakang.

“New Toyota 86 ini memiliki karakter semakin sporty sejalan dengan sejarah Toyota, seperti Sport 800, AE86 dan 2000GT,” ucap Henry.

Tampilan Toyota 86 makin kental dengan sentuhan eksterior tambahan seperti lampu depan utama yang dilengkapi dengan sistem daytime running light (DRL), lampu kabut dengan lingkaran pelindung berdesain sporty, serta desain lampu sign belakang yang tegas.

Sentuhan sisi interior juga dirubah beberapa bagian mendukung karakteristik mobil sport yang lebih aman. Penambahan switch fungsional pada setir dan panel instrumen aerodinamis membuat pengemudi makin menyatu dengan mobil.

“New Toyota 86 melalui perubahan dasar sejalan dengan kondisi pasar kendaraan coupe agar makin berkembang. Toyota berharap bisa makin mendekatkan Hkepada pengendara muda, termasuk para pelanggannya di Indonesia,” ucap Henry.


Toyota 86 merupakan mobil sport yang dikembangkan dengan konfigurasi boxer engine, front engine, rear wheel drive dan konfigurasi kursi 2+2, diperkenalkan pertama kali ke Indonesia pada 2012. Toyota 86 lebih memfokuskan pada performa yang tepat, yang didukung perangkat keselamatan yang baik dan jarak ke tanah yang membuatnya stabil.

Jumat, 02 Juni 2017

Juni 02, 2017

Perhatikan Ukuran Ban Ketika Mengganti Pelek Dari Toyota Calya




Salah satu menu utama dalam modifikasi mobil adalah mengganti velg bawaan pabrikan dengan velg aftermarket yang lebih sesuai selera. Tak sedikit para pecinta otomotif yang mencari informasi mengenai tips dan velg apa yang tepat untuk mobilnya, baik dari ukuran, brand, pengaruhnya terhadap kenyamanan dan sebagainya.

Saat sedang melakukan proses modifikasi, harus selalu diutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam berkendara. Penggantian velg ini diikuti dengan penggantian ban dengan ukuran diameter dan lebar yang menyesuaikan dengan ukuran velg. Pengukuran ini tidaklah sembarangan, ada aturan dan ukuran yang harus dipatuhi agar tidak mengganggu performa dan kualitas mobil.

Mengganti ukuran pelek memang bisa menjadi salah satu alternatif yang baik ketika Anda ingin merubah tampilan mobil menjadi semakin menarik. Nah, Toyota Calya juga menjadi salah satu bahan modifikasi yang kini mulai diincar oleh para pecinta modifikator. Namun ternyata dalam mengganti velg dari Toyota Calya ini, Anda perlu memperhatikan ukuran dari ban kendaraan tersebut.

Paling penting setelah mengganti velg dan ban adalah menyadari perbedaan kenyamanan dan lebih berhati-hati saat menggelinding.

Hal pertama yang harus anda perhatikan sebelum mengganti velg adalah diameter luar dari ban. Usahakan ukuran luar ban lebih besar daripada ukuran diameter velg. Sebelum mengganti velg, usahakan anda memperhatikan aspect ratio dari ukuran ban tersebut.

Cara menghitung aspect ratio yaitu dengan cara menghitung ban dari persentase section width (ukuran antara sisi ban, diukur dari bagian dalam ban) dibandingkan dengan section height (tinggi dari tapak ban ke bead ban atau dasar ban yang memegang velg).

Anda harus memastikan bahwa Anda telah membaca dengan sangat tepat. Misalnya saja ban berukuran 205/50R15, maka angka 205 berarti section width yang menandakan lebar ban dalam milimeter ketika terpasang. Lalu angka 50 merupakan sidewall aspect ratio yang mengindikasikan tinggi dinding ban (sidewall) dengan perhitungan 50 persen dari lebar, yaitu 102,5 mm. Sedangkan 15 adalah diameter pelek yang bisa masuk.

Bila mengganti velg dengan ukuran yang lebih besar maka diameter ban yang digunakan semakin tipis. Hal tersebut akan berpengaruh kepada performa dari mobil anda.

Banyak pengguna kendaraan yang bisa dengan mudah memahami soal ukuran ban ini, namun soal tinggi ban jarang dikenali. Padahal tinggi total roda standar dengan roda modifikasi adalah hal penting. Pengaruhnya ke rasio gigi efektif. Mobil akan kehilangan low-end pickup. Pengaruh lain kepada momen puntir, tenaga hilang, pengereman, bahkan spidometer dan odometer bisa salah membacanya. Jika ukuran ban tepat, juga akan mengurangi kontak ban dengan spakbor.


Untuk itu, penting  menggali informasi sebanyak mungkin soal ukuran ban yang pas dengan velg baru. Itu kalau kalau mobil Anda tak malah kelihatan salah gaul dengan velg baru yang lebih lebar.